BERSYUKUR SELALU

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)

Ngga gampang untuk tetap bisa mengucap syukur.. saat peristiwa buruk menimpa kita.. saat kita dihadapkan dgn ban bocor pada kendaraan yang kita kemudikan.. dihadapkan dgn pengkhianatan orang-orang terdekat kita.. dihadapkan dgn sakit penyakit.. dihadapkan dgn kehilangan pekerjaan.. dihadapkan dgn tugas-tugas sekolah, kuliah dan pekerjaan yang menumpuk.. dll, dsb, dst..

Ngga gampang untuk tetap bisa mengucap syukur dalam keadaan seperti itu.. yang ada mungkin malah gerutu, omelan, keluhan dan makian..

Semua yang terjadi dalam hidup ini.. ngga lepas dari “kedaulatan” Tuhan..

Peristiwa-peristiwa buruk yang terjadi dalam hidup kita pun.. dipakai-Nya untuk mendatangkan kebaikan buat kita (Roma 8:28)..

Jangan mengira dengan ritual-ritual keagamaan yang kita lakukan.. seperti rajin ke gereja, rajin baca alkitab, rajin memberi persembahan, rajin memberi perpuluhan, taat Firman Tuhan.. maka semuanya baik-baik saja.. semuanya otomatis lancar dan sukses ses ses ses..

Bukan !!! Bukan seperti itu.. itu namanya teologi kemakmuran.. teologi yang ngawurnya ngga ketulungan.. saya pun sempat terkecoh dengan semua bualan didalamnya..

Mau bukti kalo teologi kemakmuran hanya bualan ??? Alkitab pun telah membuktikannya..

Coba kita lihat peristiwa Ayub.. adakah di antara kita yang dapat mengalahkan kerohanian Ayub ???

Ayub adalah orang yang saleh, jujur dan taat pada Tuhan.. setiap pagi dia senantiasa datang pada Tuhan.. kenyataannya Ayub pun tidak luput dari penderitaan.. harta kekayaannya lenyap.. sahabat-sahabatnya meninggalkannya.. istri pun pergi darinya.. bahkan ia harus menderita sakit..

Namun Ayub ngga pernah menggerutu, ngomel, mengeluh dan memaki.. ngga pernah menyalahkan Tuhan..

malah Ayub mengucap syukur (memuji nama Tuhan) kepada Tuhan —> “Aku dilahirkan tanpa apa-apa, dan aku akan mati tanpa apa-apa juga. TUHAN telah memberikan dan TUHAN pula telah mengambil. Terpujilah nama-Nya!” (Ayub 1:21)..

So.. mari hadapi semua yang terjadi dalam hidup kita.. dengan bersyukur selalu..

Menerima yang baik dari Tuhan.. dan menerima kenyataan yang buruk sekalipun..

“Maka berkatalah isterinya kepadanya: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!” Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.” (Ayub 2:9-10)

Ngga ada alasan untuk kita ngga mengucap syukur dalam segala hal.. karena janji-Nya YA dan AMIN..

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” (Pengkhotbah 3:11)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: