DON’T JUDGE

“Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.” (Lukas 6:37)

Larangan menghakimi ini nampaknya ditujukan kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi..

Yang selalu melakukan tindakan-tindakan seperti menganggap diri sendiri benar.. terlalu gampang dan cepat menyalahkan orang lain, tanpa mengetahui seluruh persoalannya lebih dulu.. mengecam tanpa kasih / belas kasihan.. membesar-besarkan kesalahan orang lain.. merasa senang pada saat bisa menemukan dan mengecam kesalahan orang lain..

Tindakan-tindakan itu pula yang sering terjadi dalam kehidupan di sekitar kita saat ini..

Sebenarnya ngga ada yang salah dengan penghakiman.. bahkan dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.. pengadilan bukan hanya diijinkan, tetapi diharuskan..

“tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.” (Roma 13:4)

Yesus sendiri pun, mengecam dan mengutuk orang Farisi dan ahli-ahli Taurat (Lukas 11:42-44 dan Lukas 20:45-47)..

Hanya saja “Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.” (Yohanes 7:24).. lewat kata-kata ini Yesus jelas memperbolehkan kita untuk menghakimi asal kita melakukannya dengan adil.. memperhatikan fakta-fakta secara keseluruhan..

seperti contoh —-> “pengungkapan” kasus pelecehan sexual yang telah memakan korban cukup banyak —> http://www.facebook.com/notes/pst-wenas/pstwenas-inbox-ketika-kasih-karunia-ternoda-when-grace-is-greasy/159071177439654, saya pribadi sangat setuju dengan tindakan itu..

ngga bisa dibayangain bagaimana perasaan saya.. jika pelecehan sexual itu menimpa orang-orang yang dekat dengan saya atau yang saya kasihi.. pasti tersayat-sayat dan hancur berkeping-keping hati ini..

Kasih itu tidak menyembunyikan sesuatu.. dengan kasih pula harus menegurnya.. mengasihi dengan cara menegurnya, utk mau mengakui dan bertobat dgn sungguh-sungguh.. itu jauh lebih baik..

kalo perlu pelaku bikin pengakuan di depan banyak orang, agar TIDAK JATUH KORBAN LEBIH BANYAK LAGI.. untuk pelajaran dikemudian hari.. agar peristiwa kotor seperti itu tidak terulang kembali..

Lebih baik (“dihakimi” dengan cara seperti itu) pelaku “HABIS” sekarang di dunia ini, daripada ia “BINASA” di neraka nanti..

“Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.” (Matius 5:29)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: