PENGARUH MUSIK

“Lagi bete neh.. lagi sumpek neh.. ngga nyaman banget sm kerjaan ini.. ngga nyaman banget sama pelajaran ini.. dengerin musik ah !!!”

Kalimat di atas sering bgt kita dengar.. ato mungkin kita sendiri telah mengalaminya..

Saat jenuh dgn rutinitas.. istirahat sebentar sambil dengerin musik.. seketika itu juga suasana hati jadi adem kembali..

Berbicara ttg musik.. cukup banyak pengaruhnya bagi kehidupan manusia.. mulai dari bayi yang masih dalam kandungan.. hingga opa oma yang rada lupaan..

Alkitab juga telah mencatatnya.. salah satunya, pengaruh musik terhadap kehidupan Saul..

Saat Tuhan mengijinkan roh jahat datang kepada Saul untuk mengganggu dan menguasainya.. membuatnya sumpek, gelisah, marah, dsb.. sebagai hukuman atas dosa-dosa Saul (1 Samuel 16:14,15,16,23)..

Saat itulah para hamba Saul mengusulkan untuk memanggil seorang pemain kecapi (1 Samuel 16:15-16).. Saul menyetujui usul itu (1 Samuel 16:17)..

dan pada saat Daud memainkan kecapinya.. roh jahat yang hinggap pada Saul undur diri darinya.. Saul pun merasa lega dan nyaman (1 Samuel 16:23)..

Wah.. keren yaa ??? sehebat itu pengaruh musik.. roh jahat aja bisa pergi hanya karena musik (kecapi) yang dimainkan Daud..

Eits.. tunggu dulu.. jangan hanya berhenti membaca dari 1 Samuel 16 saja..

Pasal berikutnya akan menceritakan “ketidak-efektifan” musik dalam menangani “penyakit” Saul..

Roh jahat itu kembali lagi kepada Saul.. bahkan menguasainya dengan makin hebat (1 Samuel 18:10 dan 19:9-10)..

Mengapa semua itu bisa terjadi ??? karena Saul tidak menggunakan “pengaruh musik” itu dengan benar..

Saul hanya mengambil perasaan lega dan nyamannya saja.. namun ia tidak pernah bertobat dari dosanya.. ia tidak pernah kembali kepada Tuhan..

Pada saat kita sendiri dihadapkan pada kegelisahan.. Apakah yang akan kita lakukan ???

Mencari musik ?? hiburan ?? ato kesibukan untuk menenangkan hati yang gelisah itu ??

Jalan-jalan ?? piknik ?? olah raga ?? kumpul dengan teman-teman ?? nonton bioskop ??

ato menggunakan rokok ?? mengunakan narkoba untuk membuang sumpek itu?

Semua cara itu.. hanya SEMU dan sementara.. sama dgn cara yang ditawarkan para hamba Saul kepada Saul.. hanya sekedar menawarkan obat yang SEMU dan SEMENTARA (pemain kecapi).. itu semua ngga akan cukup untuk membuang kegelisahan kita..

Tapi marilah kita semua datang kepada Kristus.. yang telah berkata “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:27)

So..

Kalo kita ngalami sumpek, gelisah, marah, dsb.. asal kita sudah benar-benar percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.. dan kegelisahan itu tidak disebabkan karena dosa yang sengaja kita pertahankan.. maka musik (lagu-lagu pujian) itu bisa menolong kita..

Tapi kalo sumpek, gelisah, marah, dsb itu disebabkan karena dosa.. maka tentu saja kita harus lebih dulu mengakui dosa.. bertobat dari dosa kita.. karena tanpa itu, musik ngga akan berguna… seperti halnya yang terjadi pada Saul..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: