PERASAAN SERING MENIPU

Setelah melihat video singkat ene.. cuma satu kata yang saya berikan kepada dua pria “korban perasaan” dalam video ene.. KAPOK !!!! hehehehe..

Makanya jadi cowok tu ngga usa kegatelan.. yang satu kecakepan, kepedean, gedhe rasa (GR) dikiranya semua cewek gampangan, mau sama dia apa.. yang satunya lagi, sudah bangkotan tp ngga inget umur..

Semua itu pasti bermula dari Gedhe Rasa ato kegeden rumongso ato GE ER..

GE ER identik dgn perasaan.. dua pria ene hanya mengandalkan perasaannya tanpa “menganalisa” dengan otaknya.. apa yang sedang dan akan terjadi..

kalo ngga GE ER, mungkin ngga bakal terjadi seperti itu.. kalo pake otaknya, mungkin ngga ada yang terjebak dan dijebak.. pake nafsu juga sie..

——

Hanya menggunakan perasaan, tanpa menggunakan otak.. kerap kali terjadi juga dalam “kerohanian” kita..

Tanpa otak atau pikiran.. manusia ngga ada bedanya sama binatang (Ayub 39:16-20, Mazmur 32:9, 49:21, 73:22, Yudas 1:10)..

Hanya dengan Alkitab, Roh Kudus dan Otak.. kita bisa mengenal Tuhan..

Matius 22:29 —> kata “mengerti” menunjukkan penggunaan otak

Matius 13:51, 15:16, 16:9,11 —> Yesus menekankan “pengertian” (untuk mengerti atau memahami, pasti menggunakan otak)

Efesus 4:17-18 —> menunjukkan otak orang yang “di luar” Tuhan

Efesus 4:20,21,23 —> menunjukkan otak orang yang “di dalam” Tuhan

Efesus 4:23 —> pikiran bukan dibuang, tetapi diperbaharui

Lukas 24:45 —> “Lalu Ia membukakan PIKIRAN mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.”

Alkitab juga mencatat pentingnya penggunaan otak dalam berbagai hal :

Berdoa dan menyanyi (1 Korintus 14:15 –> dengan akal budiku)

Menerima Firman Tuhan (Matius 13:23 –> mengerti)

Pertobatan (Lukas 15:17 –> menyadari)

Pertumbuhan pengenalan akan Tuhan (2 Petrus 1:5-6 –> pengetahuan)

Mengasihi Tuhan (Matius 22:37 –> akal budi)

Memecahkan perbedaan pendapat (Kisah Para Rasul 15:7 –> pertukaran pikiran)

Memberitakan Injil(Kisah Para Rasul 6:9-10 –> bersoal jawab; Kisah Para Rasul 9:22 –> membuktikan)

Berusaha hidup sesuai kehendak Tuhan (1 Timotius 1:13 & Roma 10:2)

So.. pake pikiran kita juga yaa.. jangan hanya mengandalkan perasaan.. perasaan sering menipu..

ada yang ekstrem mengajarkan.. harus membuang pikiran, supaya kita terbuka terhadap pekerjaan Tuhan secara langsung..

atau ajaran ekstrem laennya.. persekutuan terindah dengan Tuhan tercapai pada saat pikiran dibuang atau ngga di pake.. hanya mengandalkan perasaan aja..

membuang pikiran, berarti telah membuang hikmat (Amsal 1:17, 2:1-6, 9:10, 12:1, 18:2-3, 19:2)..

kita tetap harus menggunakan otak atau pikiran, tetapi tidak boleh bersandar padanya (Amsal 3:5)..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: