YUNUS DI PERUT IKAN

Pas liat video tersebut.. jadi inget “history” tentang Yunus..

—-

Yunus dengan sengaja telah menolak “panggilan” Tuhan untuk pergi ke Niniwe (Yunus 1:3).. Yunus lebih memilih pergi ke Yafo.. untuk “melarikan diri” dengan menumpang kapal menuju ke Tarsis..

Ada beberapa kemungkinan alasan Yunus menolak panggilan Tuhan pada saat itu.. Yunus merasa aneh karena disuruh memberitakan Firman Tuhan kepada orang kafir (non Israel).. Yunus takut terhadap reaksi orang Niniwe yang terkenal jahatnya.. Yunus menganggap tugas yang akan dilakukannya ngga mungkin bisa berhasil..

Tuhan ngga tinggal diam melihat Yunus yang menolak panggilan-Nya itu.. Tuhan bertindak dengan mengatur segala sesuatu agar Yunus kembali pada panggilan-Nya..

Tindakan yang Tuhan ambil.. diantaranya dengan mengatur badai (Yunus 1:4).. nahkoda (Yunus 1:6).. “ribut-ribut” dalam kapal (Yunus 1:11 & 13).. buang undi (Yunus 1:7).. hingga akhirnya Yunus dilempar ke laut (Yunus 1:15)..

Saat Yunus sudah terlempar ke laut.. Tuhan mengirimkan seekor ikan besar untuk menelan Yunus (Yunus 1:17)..

Singkat cerita.. setelah 3 hari 3 malam lamanya, Yunus dimuntahkan ikan besar itu ke daratan.. dan Tuhan berfirman untuk kedua kalinya agar Yunus pergi ke Niniwe.. Yunus pun akhirnya memenuhi panggilan Tuhan itu..

—-

Peristiwa Yunus tersebut.. saat ini pasti terjadi juga diantara kita (terutama saya kali yaa.. hehehe..)

Seringkali kita menolak panggilan ato perintah Tuhan untuk rajin belajar Firman Tuhan.. perintah untuk melayani Tuhan sesuai dengan karunia masing-masing.. perintah untuk memberi persembahan ato perpuluhan.. perintah untuk rajin berbakti kepada Tuhan.. perintah untuk mengasihi sesama.. perintah untuk mengampuni orang yang bersalah.. dll, dsb..

Namun sekalipun kita jelas-jelasan sedang melarikan diri dari kehendak Tuhan.. melarikan diri dari panggilan Tuhan.. melarikan diri dari perintah Tuhan.. kita tetap bisa tidur nyenyak (Yunus 1:5).. kita tetap bisa merasakan damai.. “damai” seperti itu adalah damai yang palsu..

Pekerjaan yang berjalan lancar.. study yang berjalan lancar.. hidup enak.. keluarga dalam keadaan baik-baik.. hati yang tenteram.. dll, dsb.. ngga bisa dijadikan ukuran untuk menentukan apakah kita ada di dalam kehendak Tuhan..

Ukuran ato standard yang benar.. tetap haruslah Firman Tuhan..

—-

So.. hari ini juga.. yuk bareng-bareng taat sama Tuhan.. sebelum “dihajar” dulu.. “dipaksa” dulu seperti Yunus..

1 Komentar (+add yours?)

  1. samuel
    Okt 13, 2011 @ 13:53:19

    aq samuel
    dr ajbta
    pengen titip salam
    buat yg tersyng
    tetaplah terjaga>>>>.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: