Prinsip yang Mendasari Tindakan Pdt. Dr. Stephen Tong

Image

Sejak Tahun 2010, Pdt. Dr. Stephen Tong setiap bulannya selalu mengadakan Master Class di internal hamba-hamba Tuhan (akhir-akhir ini dibuka juga untuk jemaat) yang melayani dalam Gereja yang beliau gembalakan. Tujuannya adalah sharing tentang semua nilai-nilai pelayanan beliau selama hidupnya, prinsip-prinsip apa saja yang beliau terapkan saat pelayanan, alasan-alasan apa saja yang mendasari beliau melakukan tindakan tertentu.

Saya beberapa kali dengar cerita orang (senior-senior) tentang tindakan Stephen Tong menegur dengan keras setiap jemaat yang berjalan ke toilet atau bergerak dari tempat duduknya pada saat khotbah berlangsung. Orang yang cerita tentang hal tersebut, juga jadi ilfil setelah Stephen Tong melakukan tindakan tersebut, meskipun sebenarnya orang tersebut kagum dengan nilai-nilai kebenaran yang Stephen Tong sampaikan. Padahal itu terjadinya 20 tahunan yang lalu loh (waktu ada KKR di Surabaya), tapi masih saja tetap ilfil (padahal bukan orang yang ditegur juga), mungkin orang yang cerita pada saya itu hanya mencari yang menyenangkan telinganya saja, entahlah. Saya sendiri sih masih ingusan pada saat itu.

Baru-baru ini dalam Master Class, Pdt. Dr. Stephen Tong men-sharing-kan tentang alasan menegur dengan keras setiap jemaat yang berjalan ke toilet atau bergerak dari tempat duduknya. Mau dengar alasan apa yang mendasari Stephen Tong dalam melakukan tindakan tersebut? Stephen Tong sangat peka sekali sepanjang beliau melayani di atas mimbar, jemaat akan berjalan menuju ke toilet atau bergerak dari tempat duduknya, pasti pada saat-saat Stephen Tong sedang menyampaikan (tiba pada titik) Berita tentang Yesus, pada saat Stephen Tong menyampaikan Berita Keselamatan, pada saat Stephen Tong menyampaikan Kebenaran. Itu kenapa, Stephen Tong selalu menegur dengan keras dan meminta untuk duduk kembali dengan tenang pada setiap jemaat yang bergerak dari tempat duduknya.

Saya pribadi sangat setuju dengan prinsip yang mendasari tindakan Stephen Tong tersebut. Yuk, bareng-bareng kita terapkan prinsip yang mendasari tindakan Stephen Tong. Tahan kencing, tahan kebelet pup, tahan pengen ngeludah, tahan pengen ngaca di toilet gereja pada saat khotbah berlangsung. Lakukan semua kegiatan-kegiatan seperti itu, pada saat khotbah atau ibadah belum berlangsung. Karena memang gerakan-gerakan yang kita lakukan pada saat yang lain sedang duduk tenang, akan sangat mengganggu konsentrasi jemaat lain.

Ekstrim-nya bisa dibilang gini : Jangan sampai kita dipakai oleh Iblis untuk melakukan gerakan-gerakan yang bisa mengganggu jemaat lain untuk mendengar Berita tentang Yesus, Berita Keselamatan dan Berita Kebenaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: