Hidup adalah untuk Membayar Hutang kepada Tuhan

Adakah nama kita pernah tercantum pada halaman persembahan dan ucapan terima kasih dalam Skripsi (S1), Tesis (S2), atau Disertasi (S3) seseorang? Karena ada sesuatu yang telah kita berikan dalam proses penyusunan karya-karya tersebut. Entah itu berupa dukungan doa, entah itu bantuan untuk mencarikan literatur, entah itu jadi tukang ojek yang mondar-mandir nganterin bimbingan, entah itu sudah meminjami laptop dan printer, dll, dsb.

Apa yang tertulis di atas merupakan alasan-alasan sebuah nama tercantum pada halaman persembahan dan ucapan terima kasih untuk karya-karya yang ada dalam dunia akademik. Sementara untuk karya seni, seperti musik, pahatan, lukisan, dll, dsb. Pasti akan dijumpai hal yang sama seperti yang ada dalam dunia akademik. Bahkan seorang atlet yang meraih kemenangan pun, juga akan mempersembahkan kemenangannya dan mengucapkan terima kasihnya lewat media-media yang ada (media sosial, media massa, dll, dsb).

Saya pribadi pernah mendapatkan ucapan terima kasih seperti hal-hal tersebut di atas, dan yang paling berkesan buat saya, ucapan terima kasih yang datangnya dari seorang teman dekat (hingga sekarang) semasa SMA. Ucapan terima kasih itu tertulis dalam cover album band indie-nya, yang diberikan (dalam bentuk cd dikemas dengan cover yang keren) kepada saya sesaat setelah selesai proses pembuatan album ~ Thanx to : My best friend Roy Soselisa… thanx buat semua nasehatmu, pren… ~

Mengapa berkesan? Karena datangnya benar-benar dari orang terdekat saya, yang mengetahui saya secara pasti, mengetahui “jeroan” saya dalam rentang waktu yang lama. Saya lebih banyak becanda jika bersama orang-orang terdekat, ternyata dalam becandaan itu terdapat sedikit mutiara, bukan hanya sampah yang bikin muntah. Itulah yang membuat saya merasa ucapan terima kasihnya sangat berarti, meskipun tertulisnya hanya dalam sebuah album indie dan cukup singkat sekali.

Jika kita mengamati dengan baik, semua persembahan dan ucapan terima kasih itu ada, karena ada sesuatu yang telah diberikan kepada seseorang dalam hidupnya. Hal tersebut mengingatkan saya pada Satu Pribadi yang telah menuliskan nama-nama dalam karya-Nya. Bikin heran banget adalah nama-nama yang tertulis di dalamnya itu sama sekali belum pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, namun tetap saja nama-nama itu dicantumkan-Nya.

Bikin takjubnya lagi, semua nama-nama yang tertulis dalam karya-Nya, sudah ada sejak dunia ini dijadikan. Sebuah penghargaan besar karena nama-nama itu boleh ada di sana, dan nama-nama itu adalah nama-nama kita orang percaya. Semua hanya karena Kasih dan Anugerah-Nya hingga nama kita boleh tercantum di dalamnya. Sebuah karya besar, agung dan mulia, sebuah karya keselamatan yang dituliskan dalam Kitab Kehidupan.

Ya, sebuah karya yang berisi nama-nama yang telah diselamatkan, sebuah karya yang bernama Kitab Kehidupan. Tanpa pernah lebih dulu memberikan sesuatu, namun nama kita sudah lebih dulu ditulis-Nya. Kalaupun kita harus berbuat baik saat ini, memberikan yang terbaik dalam hidup ini, itu semua hanya dalam rangka membayar hutang. Kita semua telah berhutang, karena ditulis-Nya nama kita lebih dulu, pemberian dan persembahannya baru belakangan.

Merupakan suatu kehormatan bagi kita untuk bisa membayar hutang kepada-Nya. Tak ada yang perlu disombongkan dalam hidup ini, hanya Dia saja kemegahan kita, yang telah mencantumkan nama kita dalam Kitab Kehidupan. Yuk, bareng-bareng kita mengembalikan semua kebaikan-Nya dengan hidup yang diperuntukan bagi kemanusiaan melalui buah pikiran dan tindakan nyata.

Soli Deo Gloria ~ Segala Kemuliaan Hanya Bagi Tuhan !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: