Saya telah bisa melihat Bapa di Sorga yang belum pernah saya lihat.

Sop Brenebon merupakan menu yang selalu ada (tradisi) dalam keluarga saya setiap kali merayakan hari spesial, menu tersebut baru saja saya nikmati dalam makan malam hari ini. Karena hari ini merupakan hari spesial dalam keluarga saya, hari ini merupakan hari ulang tahun pria tertangguh dalam keluarga saya.

Ya, pria tangguh yang telah mengajarkan banyak hal berharga dan luar biasa kepada saya. Mengajarkan hal-hal yang berharga dan luar biasa bukan lewat kata-kata (omong kosong belaka), tetapi lewat teladan hidupnya yang nampak oleh saya dari sejak kecil hingga dewasa.

Darinya saya belajar sebuah kerendahan hati, darinya saya belajar untuk (menghargai pernikahan) setia hanya pada satu wanita hingga meninggalkan dunia, darinya saya belajar untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarga, darinya saya belajar untuk memberikan hidup (melayani) bagi orang lain sekalipun diri sendiri harus menderita.

Pria tangguh inilah yang telah menanamkan banyak investasi berharga untuk saya dan kedua kakak saya. Investasi yang sangat berharga untuk masa depan kita, investasi dalam bentuk pendidikan. Pria inilah yang telah membanting tulangnya supaya kita bisa menyelesaikan pendidikan hingga bangku kuliah.

Awal-awal dalam keluarga ini, keuangan begitu susah sekali, terbukti ketika kakak pertama saya masuk bangku SMA. Saat mendaftar dan diterima di SMA Negeri 5 Surabaya, kakak saya harus mengundurkan diri dan lebih memilih untuk masuk kejuruan (semacam SMK yang pelajarannya berkaitan dengan Kesehatan dan Analisis gitu, dulunya dibawah naungan Depkes), dengan alasan supaya bisa meringankan bebannya (bisa kuliah sambil kerja setelah lulus sekolah). Berat rasanya, ketika pria ini harus mengikuti yang menjadi mau kakak saya.

Setelah waktu berjalan sekian lama, bisa tersenyumlah pria ini melihat kita semua menyelesaikan pendidikan hingga bangku kuliah dan masing-masing telah masuk ke dalam dunia kerja sesuai panggilannya. Namun, jika saya memperhatikan senyum itu belum menandakan berakhirnya perjuangan. Karena hingga hari ini, pria ini tak pernah ongkang-ongkang kaki dan puas dengan apa yang sudah diraih. Di usianya yang sudah senja, pria ini tetap semangat bekerja, supaya tetap bisa memberkati orang lain di luar keluarga kita yang masih susah.

Entahlah apa yang ada di dalam pikirannya, entahlah apa yang sedang dikejarnya, yang jelas lewat teladan hidupnya, saya telah bisa melihat Bapa di Sorga yang belum pernah saya lihat, saya telah bisa menjumpai Bapa di Sorga yang belum pernah saya jumpai muka dengan muka. Saya bangga karena mempunyai pria seperti ini dalam hidup saya.

Selamat Ulang Tahun, Papa !!!

Image

Papa.. Mama.. Kakak cewek.. dan Kakak cowok saya (tuch keliatan dari perut mama yang buncit) !!! ^_^ (Surabaya, 2 Januari 1978).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: