Menggunakan Waktu Dengan Baik

Tidur lebih dari lima jam adalah sebuah kemewahan bagi saya. Terhitung lima bulan sudah (sejak Maret 2012), saya disibukan dengan berbagai hal. Mulai dari kegiatan dinas hingga ngerjain beberapa kerjaan di depan laptop selama berjam-jam. Semua kesibukan itulah yang telah menyebabkan saya tidur kurang dari lima jam setiap harinya.

Walau kurang tidur, lima bulan telah saya lalui dengan semangat yang tak terkira, karena keinginan untuk memberikan yang terbaik dalam setiap hal yang sedang saya kerjakan (sekalipun kerjaan itu nggak ada duitnya). Namun, seminggu terakhir saya benar-benar merasakan bosan dan lelah, mulai malas untuk melanjutkan pekerjaan yang masih tersisa, ingin santai sejenak untuk melepaskan beban kerja yang ada.

Rasa malas itu terbukti dalam dua hari terakhir saya hanya baca-baca artikel dengan berbagai tema yang bertebaran di google, guna menggantikan rasa bosan dan lelah terhadap semua kerjaan yang ada. Tadi pagi juga, saya bangun sedikit terlambat (jam 06.00 WIB) dari biasanya, molor-molor sedikit sambil santai gitu aja di ranjang.

Petang ini, sebenarnya saya masih ingin bermalas-malasan kembali. Malas untuk mulai bersentuhan dengan Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP), Silabus, Program Semester (Promes), Program Tahunan (Prota). Namun, saya diingatkan oleh binatang kecil yang namanya disebut dalam kitab Amsal.

Semut !!! Ya, binatang inilah yang telah membuat semangat saya muncul kembali, semangat dalam menyiapkan administrasi pembelajaran untuk Tahun Ajaran Baru (minggu depan) dan rencana Akreditasi Ulang yang akan dilangsungkan dua bulan ke depan.

Lewat ciptaan Tuhan yang satu ini, saya bisa mendapatkan suatu nilai yang berharga saat memperhatikannya (mengingatnya tadi). Semut adalah binatang yang rajin banget ngumpulin makanan (bekerja), nggak peduli pagi, siang, sore atau malam (dasar semut emang nggak bisa bedain waktu sih, hehehe).

Sekali-kali saya nggak pernah lihat semut nganggur, semut dan gerombolannya nggak pernah nyantai. Selagi ada waktu, semut akan selalu menggunakannya untuk mencari makanan (dalam konteks yang saya alami : menggunakan waktu dengan baik).

Lewat ciptaan yang kecil ini, saya telah diingatkan untuk nggak larut dalam kemalasan saya, menggunakan waktu sebaik-baiknya. Tuhan memang hebat, menciptakan semuanya (masing-masing) dengan segala keunikan, mengandung makna yang dalam. Bersyukur atas semua makna hidup (saat merenungkannya) yang telah Tuhan anugerahkan bagi kita.Image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: