Memperbesar Kapasitas Dalam Mengajar

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, pendidikan profesi guru (PPG) tahun ini akan diikuti oleh sekitar 2.600 calon guru.

Nuh mengatakan, PPG merupakan cara bagi seluruh sarjana di Indonesia untuk menjadi guru. Dalam pendidikan ini, para calon guru akan ditempa selama kurang lebih satu tahun. (Sumber : Kompas.com)

Setuju dengan pernyataan Pak Nuh di atas, karena jika memperhatikan teman-teman dari disiplin ilmu lain (selain sarjana pendidikan), banyak juga yang berkompeten, cerdas dan berdedikasi tinggi.

Namun yang menjadi pertanyaan saya, terus apa gunanya Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ada? Terus apa gunanya FKIP-FKIP yang ada di seluruh Indonesia? Profesi guru tidak lagi menjadi eksklusif seperti dokter, jika semua sarjana (latar belakang pendidikan) bisa menjadi guru.

Dokter dan Guru, saya rasa memiliki landasan yang sama, sama-sama harus dilandasi dengan “ilmu profesi”. Guru merupakan profesi yang harus dilandasi dengan ilmu profesi keguruan, bukan hanya sebuah pelarian (dari lulusan di luar LPTK).

Tidak dipungkiri, jika melihat realita “sertifikasi” yang ada sekarang, banyak sarjana di luar lulusan LPTK yang ingin menjadi guru. Segala macam cara ditempuh, jauh sebelum adanya program PPG pun, banyak yang mengejar dan mengikuti program Akta IV. Program Akta IV yang ditempuh itu bertujuan mengantarkan sarjana-sarjana di luar lulusan LPTK memiliki kewenangan untuk mengajar (bisa menjadi guru).

Terlepas dari semua pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benak saya. Saya yakin dan percaya, masih banyak sarjana di luar lulusan LPTK yang memiliki motivasi murni untuk mengajar (menjadi guru), bukan hanya sekedar “sertifikasi” yang dikejar.

Hal yang masih bisa membuat saya yakin dan percaya itu, karena melihat adanya program Indonesia Mengajar (https://indonesiamengajar.org/). Banyak sarjana cerdas yang tergabung di dalamnya, sekalipun berasal dari luar lulusan LPTK, mereka pandai berkomunikasi dan mampu men-transfer-kan ilmunya (mereka juga dibekali dasar-dasar pendidikan selama tujuh minggu)

Sarjana lulusan LPTK sendiri aja, (mungkin) bisa malu dibuatnya jika melihat dedikasi yang tinggi dari teman-teman Indonesia Mengajar. Selain lewat program itu, saya sendiri juga telah diyakinkan oleh rekan-rekan dan orang terdekat saya yang berprofesi sebagai guru, namun berasal dari luar lulusan LPTK.

Yuk, bagi teman-teman lulusan LPTK, kita bareng-bareng memperbesar kapasitas kita dalam mengajar (menjadi guru). Makin banyak saingannya nih, fakultas lain input-nya (menurut saya) jauh lebih baik loh, karena (mungkin) dulunya mereka takut nggak bisa makan aja, kalau harus menjadi guru. Hingga memutuskan masuk kuliah selain di LPTK, mereka lebih memilih fakultas lain yang lebih banyak pilihan profesi dan “konsekuensi logis-nya”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: