Kiranya dengan semua motivasi yang murni, bisa membuahkan hasil yang maksimal.

Akhirnya setelah berhari-hari membelah Selat Madura dengan Motor 125 cc. Setelah berhari-hari setiap pagi dari atas jembatan Suramadu jalur Madura – Surabaya menikmati sunrise yang indah. Setelah berhari-hari setiap sore dari atas jembatan Suramadu jalur Surabaya – Madura menyaksikan kumpulan beberapa orang yang berada di tepian pantai sedang mencari hewan laut saat air laut sedang surut, dan menikmati dari kejauhan pemandangan kapal-kapal yang berjajar di Pelabuhan Tanjung Perak.

Sekarang tiba saatnya (beberapa jam lagi) untuk membelah Laut Jawa dan Selat Sunda dengan Boeing 737. Ya, tiba saatnya untuk membelah laut dan selat yang lebih jauh lagi jaraknya daripada hanya sekedar Selat Madura. Membelahnya bukan lagi dengan Motor 125 cc, tapi dengan Boeing 737 dari Surabaya menuju Jakarta (transit) dan melanjutkan perjalanan kembali menuju Pekanbaru.

Seluruh rangkaian kegiatan yang saya lalui selama berhari-hari membelah Selat Madura hingga puncaknya beberapa jam lagi akan membelah laut dan selat lainnya, merupakan rangkaian kegiatan yang ditujukan untuk kepentingan Provinsi Jawa Timur Menuju Pekan Paralimpik Nasional XIV (Peparnas XIV) Tahun 2012 di Pekanbaru, Riau.

Peparnas merupakan Pekan Olahraga Nasional yang diperuntukan bagi atlet cacat (paralimpian). Semula Peparnas disebut dengan Porcanas, yang merupakan kepanjangan dari Pekan Olahraga Cacat Nasional. Namun, seiring dengan perkembangan yang terjadi di dalam tubuh organisasi yang menaunginya, maka kata ‘cacat’ dihilangkan dan diganti dengan kata ‘paralimpik’. Organisasinya pun juga mengalami perubahan nama dari BPOC (Badan Pembina Olahraga Cacat) menjadi NPC (National Paralympic Committee).

Dalam Pekan Paralimpik Nasional XIV tersebut ada 11 cabang olahraga yang dipertandingkan dan diperlombakan, antara lain : Atletik, Renang, Voli Duduk, Panahan, Tenis Kursi Roda, Tenis Meja, Bulu Tangkis, Futsal, Bowling, Catur dan Angkat Berat. Ketegori kecacatan yang terakomodasi di dalamnya, diantaranya : Tuna Netra, Tuna Daksa, Tuna Grahita dan Tuna Rungu Wicara.

Saya pribadi dalam kapasitas menjadi pelatih dari salah satu cabang olahraga yang diperlombakan pada Perpanas XIV. Selain menjadi pelatih, saya juga bantu-bantu (sedikit) NPC Provinsi Jawa Timur dalam hal administrasi yang terkait dengan kelangsungan paralimpian dan organisasi tersebut atas keikutsertaannya pada Peparnas XIV.

Bersyukur kepada Tuhan karena telah diberikan kesempatan untuk memberikan tenaga dan buah pikiran bagi kepentingan kemanusiaan semacam ini. Orientasi dan motivasi saya memberikan diri bagi kepentingan kemanusiaan semacam ini, adalah murni karena panggilan hati ingin melayani, bukan karena mengejar materi.

Karena jika motivasinya mengejar materi, saya tidak akan mempertaruhkan pekerjaan tetap saya hanya untuk organisasi yang tak memberikan royalti secara materi ini. Saya mau mempertaruhkan pekerjaan tetap saya, berusaha mendapatkan dispensasi (ijin tidak masuk kerja) terkait dengan kegiatan saya ‘bantu-bantu’ NPC Provinsi Jawa Timur dalam Peparnas XIV ini, karena adanya sebuah ‘nilai tinggi’ yang harus digenapi.

Ya, jika bukan karena panggilan hati untuk menggenapi sebuah nilai yang tinggi, saya tidak akan pernah mau ribet harus melewati prosedur pengajuan dispensasi yang sulit sekali. Sulit karena saya harus melewati banyak pintu, sulit karena kebijakan yang baru menentukan untuk surat dispensasi harus (melewati) ditanda-tangani oleh Kepala Dinas, tidak cukup hanya tanda tangan dari Pimpinan Unit Kerja dimana saya berasal.

Sebuah Instansi dengan beban kerja yang tinggi dan anggaran yang besar, tentunya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, terlebih di Kota (sebesar) Surabaya ini. Kalau hanya sekedar urusan dispensasi belaka, rasanya akan sangat sulit untuk bisa menemui dan mendapatkan tanda tangan dari Kepala Dinas-nya. Namun, Tuhan telah membuka pintu yang tidak mungkin dan terasa sulit untuk dibuka itu.

Kiranya dengan semua motivasi yang murni dan pengorbanan yang belum seberapa ini, bisa membuahkan hasil yang maksimal bagi paralimpian-paralimpian (atlet cacat) NPC Provinsi Jawa Timur yang selama ini terpinggirkan dan tak diperhatikan, dalam meraih prestasi pada Pekan Paralimpik Nasional XIV (Peparnas XIV) Tahun 2012 di Pekanbaru, Riau. God Bless NPC Provinsi Jawa Timur.

Segala Puji, Segala Hormat dan Segala Kemuliaan Hanya Bagi Tuhan.

1 Komentar (+add yours?)

  1. Trackback: Di Bandara Juanda Ku Berdoa « Roy Soselisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: