Valentine Yang Sesungguhnya

Gambar

Fakta yang saya jumpai berkaitan dengan hari valentine selama ini: mendadak banyak coklat dimana-mana, bertebaran banyak bunga, terdengar kata-kata manis yang terangkai dalam puisi indah. Bahkan makin banyak yang beralih dari coklat, bunga dan puisi indah, menjadi perhiasan dan makan malam bersama kekasih di tempat yang mewah.

Bagi saya selama ini, semua fakta yang ada di hari valentine itu hanyalah Gombal Mukiyo. Gombal Mukiyo yang merupakan kain dapur yang kotor, jelek dan bau. Sama seperti tindakan-tindakan yang selama ini saya jumpai, tak ubahnya hanyalah tindakan yang kotor, jelek dan bau dari pasangan yang merayakan hari valentine.

Semua tindakan yang akan menjadi kotor, jelek dan bau, apabila tidak dibarengi dengan bukti nyata. Karena bukti nyata cinta itu lebih dari semua fakta yang saya tuliskan di atas sana. Untuk jatuh cinta itu mudah, tapi tetap bertahan pada cinta sekalipun tidak ada kemewahan dan siap hidup sengsara itu yang luar biasa.

Pagi ini, pada hari valentine kali ini, saya menjumpai fakta yang berbeda dari sebelumnya. Bukan lagi menjumpai valentine yang kotor, jelek dan bau dari pasangan-pasangan muda, tapi menjumpai valentine yang indah dari pasangan yang lanjut usia. Tak ada coklat, tak ada bunga, tak ada kata-kata indah, tapi ada bukti nyata dari pasangan lanjut usia yang membuat mata saya berbinar melihatnya.

Sejak dua hari lalu sebenarnya saya sudah memperhatikan pasangan lanjut usia tersebut, setelah beberapa bulan tidak pernah nampak oleh saya, namun dua malam lalu pasangan tersebut melewati depan rumah. Sang suami dengan tersenyum menyapa tetangga, sambil mendorong kursi roda yang dinaiki istrinya yang terserang stroke beberapa bulan lalu.

Pagi ini, kembali saya memperhatikan pasangan lanjut usia tersebut. Nampak oleh saya ketika berangkat kerja: Sang suami membaringkan istri dengan kursi rodanya di bawah sorotan sinar matahari pagi. Sembari menunggui istri, sang suami membersihkan pekarangan rumah, merawat tanaman kesayangan istrinya. Sang istri menyaksikan semua aktivitas yang sebelumnya (terkena stroke) dilakukannya, namun kini diambil alih oleh suami. Sang istri memandangnya dengan senyum, seolah mengucapkan terima kasih atas kado valentine yang indah.

Mengucapkan terima kasih atas kado valentine yang berupa bukti nyata, bukan kado valentine yang kotor, jelek dan bau. Kado yang tetap bisa diberikan saat datangnya sengsara, bukan hanya kado yang diberikan saat masa indah karena terbuai cinta. Inilah valentine yang sesungguhnya bagi saya.

Selamat hari valentine, sahabat semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: