Tak ada yang perlu disombongkan, binatang pun bisa dipakai oleh Tuhan.

Gambar

Setelah sekian lama tidak beribadah di dalamnya, pagi ini saya berada di tempat Papa Mama selalu membawa serta saya ketika masih kecil untuk pergi beribadah bersama. Mengikuti ibadah dengan suasana yang berbeda, nyanyian jemaat yang dilantunkan dalam liturgi terdengar begitu indah, kandungan teologis yang kuat terkandung dalam himne-himne yang ada.

Rangkaian demi rangkaian dalam ibadah, saya ikuti dengan seksama. Hingga tiba pada prosesi Peneguhan Pengurus dan Pelayan Ketegorial, prosesi yang jarang dilangsungkan. Karena prosesi tersebut terkait dengan jabatan gerejawi yang memiliki masa bakti tiga hingga lima tahunan, prosesi peneguhannya pun hanya akan dilangsungkan dalam kurun waktu tiga hingga lima tahunan.

Dalam kepengurusan Pelayanan Ketegorial itu ada unit-unit pelayanan, diantaranya: Pelayanan Anak (PA), Persekutuan Teruna (PT), Gerakan Pemuda (GP), Persekutuan Kaum Perempuan (PKP), Persekutuan Kaum Bapak (PKB) dan Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU). Masing-masing unit itu memiliki Ketua dan Anggota di dalamnya, cukup banyak pengurus yang diteguhkan di depan mimbar.

Sepanjang mengikuti prosesi peneguhan, karena waktunya terlalu lama, pikiran saya jadi mengembara. Pengembaraan tersebut melingkupi pelayanan di dunia, jabatan gerejawi, jabatan pemerintahan dan binatang. Setiap kita di dunia ini dipanggil untuk melayani Tuhan lewat kehidupan, pelayanan bukan hanya dalam lingkup gereja saja, tapi juga di luar gereja. Ada yang dipanggil dengan jabatan gerejawi, namun ada pula yang dipanggil hanya sebagai jemaat. Ada yang dipanggil dengan jabatan pemerintahan, namun ada pula yang dipanggil hanya sebagai masyarakat.

Dimanapun posisi kita berada, ada embel-embel jabatan atau tidak, setiap kita telah dipanggil untuk memberikan buah sesuai tugas, pokok dan fungsi yang ada. Dalam setiap tugas, pokok dan fungsi-fungsi yang ada itu, setiap kita pasti akan selalu berusaha memberikan yang terbaik. Namun seringkali, pemberian yang terbaik dari diri kita itu menjadikan kita bangga diri, merasa yang paling hebat, paling penting, tidak ada bandingnya dan tak dapat digantikan oleh siapapun dalam melayani Tuhan di dunia ini.

Saat contoh perasaan dan sikap itu muncul dalam pengembaraan pikiran saya, tiba-tiba muncul pula binatang-binatang yang ada dalam cerita sejarah di Alkitab. Mungkin Tuhan tidak butuh dengan manusia yang melayani-Nya, namun memiliki perasaan dan sikap semacam itu. Karena Tuhan (lebih baik) bisa saja memakai binatang, daripada harus memakai manusia yang sombong.

Dalam tangan Tuhan, binatang pun bisa dipakai untuk melayani-Nya (dan hamba-hamba-Nya). Alkitab telah mencatat: Burung-burung gagak pernah memberi makan Elia tiap pagi dan petang (pelayanan kasih), Seekor ayam jantan berkokok untuk menegur Petrus (menegur orang lain), Kodok dan nyamuk pernah menyerang Firaun (mendisplin orang lain), Ikan besar pernah membuka mulutnya untuk Yunus (memberikan tumpangan), Seekor keledai pernah mengantar Bileam (menolong orang lain untuk melihat kehadiran Tuhan), Singa-singa yang menemani Daniel sepanjang malam (melayani dengan hadir disamping seseorang yang sedang dalam kesusahan, tanpa perlu bicara apapun).

Pengembaraan pikiran saya tersebut, mengingatkan saya bahwa tidak ada yang perlu kita sombongkan di dunia ini. Siapapun diri kita saat ini ataupun nanti, jika kita boleh melayani Tuhan dalam setiap bidang dan panggilan, itu semua hanya karena Kasih Karunia dan Anugerah-Nya semata. Bukan karena hebat, kuat dan gagahnya kita. Karena Allah tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa (Kisah Para Rasul 17:25).

Happy Sunday untuk sahabat semua. Stay blessed.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: