Belajar dari Kesalahan

GambarSemua ini terjadi karena salahku, selama ini aku memang tidak pernah mempedulikanmu lagi, tidak pernah memperhatikanmu lagi. Selama dua tahun terakhir aku memang kelewat batas, terlalu sibuk dengan semua urusanku sendiri, saat waktu senggang pun aku lebih asik menghabiskan waktu dengan laptopku. Tapi aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja, aku akan berusaha membuatmu kembali, karena aku merindukan saat-saat indah seperti dulu lagi.

Aku benar-benar kehilanganmu, kehilangan otot rangka utama dalam tubuhku: Bahu (Deltoids, Trapezius); Dada (Pectoral); Lengan (Arms dan Forearms); Perut (Abdominal); Punggung (Teres, Erector/Lumbar); Pinggul (Gluteals); Paha Belakang (Hamstrings); Paha Depan (Quadriceps); Betis Belakang (Gastrocnemius). Dulunya otot rangka utama yang terdiri dari ratusan juta serabut halus itu nampak di sekujur tubuhku, meskipun tidak sebesar binaragawan, namun cukup elok untuk dipandang. Kini semuanya telah berubah, terutama pada otot perut (abdominal). Bagian itu tampak paling menyedihkan, tak ubahnya seperti karung beras yang terbungkus kulit berwarna sawo matang.

Aku tidak akan membiarkan semuanya terus seperti ini, aku akan mulai kembali aktivitas latihan yang dulu kulakukan secara rutin. Tidak hanya sekedar untuk penampilan, tapi lebih dari itu semua supaya otot rangka utama memiliki kemampuan kontraksi yang cukup baik, selalu memungkinkan tubuh untuk bergerak sesuai sinyal perintah yang disampaikan oleh otak. Aktivitas latihan yang tetap bisa kulakukan saat di rumah dan waktu senggang, tanpa perlu harus datang ke pusat-pusat kebugaran yang berbiaya mahal (seperti workout dalam kumpulan video berikut: http://goo.gl/BlJ3F)

Aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama, karena aku sadar sepenuhnya bahwa untuk mencapai kebugaran fisik, setidaknya ada dua komponen yang perlu dicapai. Satu komponen, selama ini telah aku perhatikan, yaitu kondisi aerobik yang baik. Setiap kali ada kesempatan, aku selalu berlari untuk meningkatkan kondisi aerobik. Karena dengan berlari disertai repetisi yang tinggi, akan mampu melatih sistem aerobik dengan baik. Aktivitas berlari (berenang dan bersepeda juga) bisa melatih tubuh untuk mengantarkan oksigen dalam sistem kardiovaskuler yang terdiri dari jantung, paru-paru dan sirkulasi darah dalam peredaran darah.

Satu komponen lagi adalah dirimu yang selama dua tahun terakhir ini kuabaikan, yaitu kondisi otot yang baik. Latihan beban yang bisa diperoleh juga lewat workout, secara efisien bisa memperkuat otot. Saat berlatih beban, otot akan berkontraksi dan berguna untuk menahan beban, sehingga otot bisa beradaptasi terhadap beban yang diberikan dengan bertambah besar dan kuat. Jadi tubuh tidak hanya dilatih untuk mendapatkan kesehatan jantung dan paru-paru (kondisi aerobik) saja, tapi juga dilatih kondisi ototnya supaya dapat terbentuk dengan baik.

Mulai saat ini, aku akan berusaha membuat jenjang prioritas hidup yang jelas pada kesehatan. Membuat komitmen dengan menambah aktivitas latihan, serta memperhatikan aspek makan dan istirahat. Karena pola latihan tanpa disertai dengan makan yang menunjang dan istirahat yang seimbang, membuat keadaan menjadi timpang, tidak akan menghasilkan kemajuan fisik (kondisi aerobik dan kondisi otot) dengan baik. Begitu pula sebaliknya, maksimal dalam memperhatikan aspek makan dan istirahat, namun tanpa disertai pola latihan, hanya akan membuat tubuh menjadi gemuk dan menjadi sumber penyakit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: