Kakak Sulung Hantam Adik Bungsu di Sumatera Selatan

Gambar
Meletusnya konflik antara Kakak Sulung dengan Adik Bungsu, konflik antara dua aparat yang berbeda seragam di Martapura, Sumatera Selatan, Kamis (7/3/2013) lalu, mengingatkan saya akan sebuah keluarga yang nama belakangnya sama dengan saya. Teringat bahwa dalam keluarga tersebut, anggota keluarganya terdiri dari (sekaligus) empat aparat yang berbeda seragam, bukan hanya terdiri dari dua aparat yang berbeda seragam dan baru saja mengalami konflik.

Masa remaja saya tumbuh di tengah keluarga mereka, dari interaksi yang tercipta, saya menangkap tidak ada konflik yang timbul dalam keluarga terkait dengan seragam yang berbeda. Menghargai keragaman memang jauh lebih mudah jika ada dalam bingkai keluarga, konflik yang timbul dengan mudah dapat teratasi karena adanya ikatan keluarga. Sekalipun rasa kecintaan dan kebanggaan terhadap seragamnya (Esprit de Corps) mungkin saja terganggu, ikatan keluarga yang kuat di dalamnya tetap akan mampu meredam kemungkinan konflik yang ditimbulkan.

Lalu bagaimana dengan konflik yang baru saja terjadi di Martapura, Sumatera Selatan? Apa karena tidak adanya ikatan keluarga diantara kedua aparat yang berbeda seragam, maka konflik dengan mudah bisa ditimbulkan? Apa karena tidak ada hubungan darah diantara kedua aparat yang berbeda seragam, maka gesekan dengan mudah bisa dimunculkan? Apa karena tidak ada nilai-nilai keluarga yang perlu dijaga, maka perpecahan dengan mudah bisa diciptakan?

Yang perlu kita ketahui, sebenarnya kita semua adalah keluarga dalam Satu Ketauhidan. Setiap umat manusia tinggal di bumi yang sama (ketahuidan ekologis), sebagai satu manusia universal (ketahuidan keluarga manusia), dan hidup di bawah naungan satu Tuhan (ketauhidan Tuhan). Maka untuk konflik, gesekan dan perpecahan dalam konteks yang lain pula, tidak hanya dalam konteks berbeda seragam, seharusnya tidak perlu terjadi. Karena kita semua adalah keluarga dalam Satu Ketauhidan.

Terlebih nilai-nilai luhur budaya bangsa telah diwariskan oleh pendiri-pendiri bangsa kepada kita, nilai luhur yang senantiasa harus kita junjung tinggi. Nilai luhur yang menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa yang terdiri atas beraneka ragam budaya, ras, suku bangsa dan agama. Nilai luhur yang menyatakan meskipun berbeda-beda, kita semua harus ada dalam satu kesatuan. Nilai luhur itu adalah Bhinneka Tunggal Ika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: