Jangan Sembarangan Gunakan Kelamin

Saat mengajar kemarin siang, seorang siswa bertanya kepada saya yang sebelumnya telah mengetahui latar belakang saya Nasrani: “Pak Roy sunat ya?” Saya jawab: “Iya, Pak Roy sunat, waktu kelas tiga SMP.” Spontan, siswa tersebut tertawa karena mengetahui usia sunat saya yang (mungkin) tidak pada umumnya. Pertanyaan siswa tersebut, mengingatkan saya akan sebuah pemahaman sunat dari Suku Jawa, terlepas dari makna keagamaan atau dogma, jauh sebelum Islam ataupun Kristen masuk dalam kehidupan orang Jawa. Bagi orang Jawa, sunat adalah proses inisiasi dari anak-anak ke dewasa. Dengan dilaksanakan sunat pada seorang anak, maka menunjukkan bahwa anak tersebut telah menjadi orang yang dewasa atau akil balik. Orang Jawa berkata: “Wis wani, ojo wani-wani.” (Sudah berani, jangan berani-berani). Terkandung nilai psikologis dan etika yang kuat dalam perkataan tersebut: “Sudah akil balik kamu, jangan sembarangan gunakan kelamin, karena sudah bisa menghamili.”🙂

#coming-soon-relthan-and-relshan#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: