Perkataan Mama adalah Doa

Sore ini, setelah menempuh perjalanan selama 15 jam dari Surabaya, saya teringat sebuah peristiwa yang terjadi tiga tahun lalu. Sebuah peristiwa yang terjadi setelah tujuh bulan saya menyelesaikan jenjang pendidikan Strata Satu (S1), sebuah peristiwa ketika saya menyampaikan rencana kepada Mama untuk mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di luar Kota Surabaya. Rencana yang saya miliki pada saat itu, akan mengikuti tes CPNS yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban atau Kabupaten Lamongan, karena pada dua daerah tersebut membutuhkan banyak formasi CPNS yang sesuai dengan latar belakang pendidikan yang saya miliki.

Dalam peristiwa itu saya berbicara kepada Mama menggunakan bahasa keluarga kami sehari-hari, bahasa Indonesia bercampur bahasa Jawa: “Ma, Roy mau coba ikut tes CPNS di Tuban atau Lamongan.” Mama menjawab dengan penuh tanya: “Lapo melok tes adoh-adoh? Nang Suroboyo ae gak kurang kok. (Ngapain ikut tes jauh-jauh? Di Surabaya aja nggak kurang kok.)” Saya menimpali jawaban Mama: “Suroboyo angel, Ma. Kebutuhane mek titik. (Surabaya sulit, Ma. Kebutuhannya cuma sedikit.)” Mama pun menjawab kembali, kali ini dengan penuh keyakinan berkata: “Masio mek titik, lek wis dalane Tuhan, mesti isok. Masio mek siji kebutuhane, lek Tuhan ngehendaki, mesti gol. (Meskipun cuma sedikit, kalau sudah jalan-Nya Tuhan, pasti bisa. Meskipun cuma satu kebutuhannya, kalau Tuhan menghendaki, pasti lolos.)”

Seketika itu juga, setelah mendengar jawaban Mama yang penuh keyakinan, saya membatalkan rencana untuk mengikuti tes CPNS di Kabupaten Tuban atau Kabupaten Lamongan. Saya pun mulai fokus untuk mendaftar dan mengikuti tes CPNS di Lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Ragu sempat mendera, saat saya mengetahui jumlah pendaftar online yang tembus hingga 16.000 orang, namun setelah seleksi administrasi berjalan, tersisa hanya tinggal 8000 orang. Jika melihat rasio dari jumlah keseluruhan formasi yang dibutuhkan (sekitar 320 kursi) dengan jumlah pendaftar (8000 orang) yang lolos seleksi administrasi, maka 1 kursi CPNS di Lingkungan Pemerintah Kota Surabaya berusaha diperebutkan oleh 25 orang. Sementara untuk kebutuhan formasi CPNS yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya sendiri, hanya dibutuhkan 5 kursi. Jadi, saya pribadi harus bersaing dengan 125 orang untuk memperebutkan 5 kursi yang tersedia.

Bermodalkan perkataan Mama yang penuh dengan keyakinan, meski pendaftaran sempat saya lalui dengan ragu yang mendera, kegiatan belajar yang dengan sungguh-sungguh telah saya persiapkan untuk mengikuti tes yang ada, soal demi soal yang saya kerjakan saat tes dilangsungkan dengan penuh konsentrasi isi kepala, benar-benar telah mengantarkan saya pada ketetapan jalan-Nya, benar-benar telah mengantarkan saya pada kehendak-Nya untuk meloloskan nama saya pada urutan teratas pada pengumuman Tes CPNS di Lingkungan Pemerintah Kota Surabaya Tahun 2010. Kini, setelah tiga tahun berlalu, apa yang Mama katakan telah menjadi kenyataan, status percobaan sebagai CPNS pun telah berubah menjadi PNS.

Selamat ulang tahun, Mama. Terima kasih telah menjadi tiang doa untuk anak-anak Mama, tiang yang senantiasa menyertai anak-anak Mama dalam menjalani kerasnya kehidupan dunia. Thank you for being a wonderful mother for me. I love you so much.

Cilacap, 6 Juni 2013

Roy Soselisa

NB: Note tersebut seharusnya saya posting di wordpress.com kemarin sore, namun karena keterbatasan akses internet di lokasi saya berada, maka baru hari ini saya bisa mem-posting-nya di wordpress.com. Kemarin sore hanya bisa mem-posting-nya pada (sebatas) wall facebook saja.🙂

1 Komentar (+add yours?)

  1. Andreas BKH
    Jun 24, 2013 @ 21:37:12

    gapapa kok gan diposting kpn aja😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: