Membuka Pikiran Menuju Terobosan Kehidupan

Pribadi-pribadi seperti ini yang dibutuhkan dunia saat ini. Pribadi yang tidak merasa paling tahu, merasa bahwa apa yang diketahuinya itulah yang paling benar. Sehingga tidak mau menerima pikiran (dan ajaran) orang lain, orang lain yang tidak sama dengan pikirannya dianggap salah, karena bertentangan dengan yang diyakininya selama ini.

Dengan menjadi pribadi yang tidak sok tahu, tidak merasa yang paling benar, terbuka dengan pikiran (dan ajaran) orang lain, maka akan banyak terobosan yang terjadi dalam hidup kita. Seperti terobosan yang dialami oleh Malala Yousafzai, seorang gadis remaja pejuang hak-hak pendidikan bagi anak-anak dan perempuan asal Pakistan. Usianya masih sangat belia, 12 Juli 2013 lalu, ia genap berusia 16 tahun, tepat pada hari ulang tahunnya itu Malala menyampaikan pidato di PBB. Pada Oktober 2012, Malala ditembak oleh kelompok Taliban di Pakistan pada bagian kepalanya. Setelah mendapatkan perawatan medis di Inggris, pada bulan Maret 2013, Malala mulai kembali masuk sekolah.

Malala Yousafzai mengalami terobosan dalam kehidupan, karena dirinya terbuka dengan pikiran (dan ajaran) pihak lain di luar keyakinan yang telah diyakininya selama ini. Malala mengalami terobosan pengampunan (mampu mengampuni kelompok Taliban), karena dirinya selalu terbuka dengan pikiran (dan ajaran) dari tokoh-tokoh lintas agama dan kebudayaan. Hal tersebut terbukti dari isi pidatonya di PBB, yang saya kutip dari http://satuharapan.com/content/read/pidato-lengkap-malala-yousafzai-menjadi-damai-dan-cinta-semua-orang/:

“Saya bahkan tidak membenci anggota Taliban yang menembak saya. Bahkan jika ada pistol di tangan saya dan dia berdiri di depan saya, saya tidak akan menembaknya. Ini adalah belas kasih saya telah belajar dari Muhammad, nabi belas kasihan, Yesus Kristus, dan Buddha. Ini warisan perubahan yang saya dapat dari Martin Luther King, Nelson Mandela, dan Mohammed Ali Jinnah. Ini adalah filosofi tanpa kekerasan yang telah saya pelajari dari Gandhi, Bacha Khan, dan Ibu Teresa. Dan ini adalah pengampunan yang telah saya pelajari dari ayah saya dan dari ibu saya. Ini adalah apa yang dikatakan nurani kepada saya: menjadi damai dan cinta semua orang.”

Selamat siang sahabat semua. Bagi sahabatku Muslim dimanapun sedang berada, tetap semangat dalam menjalankan ibadah puasa, semoga iman semakin bersinaran dalam kefitrian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: