Non Aktifkan Fungsi Perbankan dalam Kartu PNS Elektronik

Setelah beberapa waktu lalu saya mengambil Kartu PNS Elektronik (KPE) yang baru saja diterbitkan oleh Badan Kepegawaian Negara (pendistribusiannya melalui Bank Pembangunan Daerah), maka melalui status ini ijinkan saya berbagi informasi kepada rekan-rekan PNS di manapun berada: Tindakan yang saya lakukan pertama kali ketika menerima KPE adalah menon-aktifkan fungsi perbankan pada KPE.

Tindakan tersebut saya lakukan, dengan dasar pertimbangan saya mengamati rekan-rekan PNS yang telah memiliki KPE lebih dulu, sering dijumpai masalah terkait dengan kualitas KPE ketika digunakan sebagai ATM: terbelah menjadi dua, lecet, rusak, hilang karena selalu dibawa-bawa, dll. Mengingat proses untuk mendapatkan KPE tidak mudah, mulai dari biometrik hingga berlanjut pada proses yang lama dari BKD ke BKN, dll., maka menjaganya dengan baik dan tidak menggunakannya sebagai kartu ATM layak untuk dilakukan.

Cara menon-aktifkannya cukup mudah: 1) Bagi rekan-rekan seangkatan yang belum mengambil KPE, pada saat mengambil KPE sampaikan kepada pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau bank yang ditunjuk untuk melakukan pendistribusian, bahwa kita tidak berkenan menggunakan KPE sebagai kartu ATM. lalu kita akan diberi surat pernyataan untuk diisi dan ditanda-tangani di atas materai Rp 6000,- (enam ribu rupiah). Bagi yang sudah memiliki ATM, cukup menggunakan ATM yang telah dimiliki selama ini (harus memilih salah satu: kartu ATM yang ditarik atau KPE yang dinon-aktifkan fungsi perbankannya). 2) Bagi rekan-rekan yang telah mengambil/memiliki KPE lebih dulu, proses penon-aktifannya sama dengan yang ada dalam point satu. Silakan kembali ke tempat rekan-rekan mengambil KPE dulu, nantinya rekan-rekan akan diberi kartu ATM sebagai pengganti fungsi perbankan pada KPE. Tanpa menggunakan ATM pun dipersilakan, hanya saja dalam aktivitas perbankan kembali pada cara “konvensional”.

Tidak aktifnya fungsi perbankan pada KPE, tidak akan mempengaruhi fungsi lainnya, seperti: fungsi data Kepegawaian, Taspen, Askes/BPJS, Bapertarum, dan Update KPE. Bagi saya pribadi, jauh lebih nyaman menggunakan kartu ATM yang dikeluarkan oleh BPD (yang apabila rusak, hilang atau tertelan mesin ATM, lebih mudah pengurusannya), daripada menggunakan KPE sebagai aktivitas perbankan. Sekalipun dengan menggunakan kartu ATM itu saya harus membayar biaya administrasi hanya Rp 3000,- (tiga ribu rupiah) setiap bulannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: