Permata Pilihan

Oleh: Roy Soselisa

Aku tak berdaya menentukan pilihan
Pada rahim wanita mana aku akan ditenunkan
Pada letak geografis mana aku akan dilahirkan
Karena itu semua telah dipredestinasikan

Dalam ketakberdayaan menentukan itu semua
Beradalah diriku dalam sebuah keluarga
Keluarga yang mengarahkanku untuk memandang Angkasa
Keluarga yang mengajariku untuk berani menghadapi dunia

Dalam keluarga yang terbentuk dengan tidak kebetulan
Ada pria yang kupanggil Papa melimpahiku dengan didikan
Ada wanita yang kupanggil Mama menghujaniku dengan perhatian
Lewat merekalah aku mengenal Kebenaran

Kini telah cukup bekal yang kuterima
Pantang jadi pengecut yang lari dari keadaan nyata
Mesti berani menentukan sikap dalam setiap langkah
Haram jadi anak kecil yang terperangkap dalam tubuh pria dewasa

Bermodalkan kedewasaan dan pengetahuan
Tak hanya berserah karena semua telah dipredestinasikan
Kehendak bebas difungsikan dengan penuh kesadaran
Aku berdaya menentukan pilihan

Berdaya menentukan pilihan bukan yang biasa-biasa saja
Karena mengikat janji cuma sekali untuk selamanya
Berdaya menentukan pilihan bukan hanya yang elok parasnya
Karena elok batiniah yang paling utama

Saat bumi dibanjiri pendusta hina penuh sandiwara menjijikan
Saat kejujuran semakin langka di ambang kepunahan
Rasanya mustahil bisa menemukan Permata Pilihan
Namun sekarang yang mustahil itu ada dalam genggaman

Permata Pilihan yang memancarkan sinar bijaksana
Berkilauan hikmat saat membuka mulutnya
Berkilatan pengajaran saat menggerakan lidahnya
Berbinaran kesenangan bekerja dengan tangannya

Permata Pilihan yang tak hanya memancarkan kebijaksanaan
Namun juga memancarkan kemampuan untuk jadi rekan pelayanan
Berjuang dalam melayani sesama dan Sang Penjunan
Memenuhi panggilan yang sejak semula telah ditentukan

Rekan pelayanan yang jadi penolong dalam gembira dan gelisah
Menundukan diri dalam perannya sebagai penopang kepala
Tak diragukan keteguhan hati dan ketabahan jiwanya
Menggenapi rencana-Nya merupakan prioritas yang utama

Hanya bersamanya kuingin berdampingan mengarungi kehidupan
Mengarsiteki jiwa yang kelak akan keluar dari kandungan
Berbarengan mendidik dan memeliharanya sesuai firman
Tak luput memberikan teladan tentang kesalehan

Hanya bersamanya ku berhasrat berumah tangga
Hanyut tenggelam dalam gairah mezbah keluarga
Mencumbui sorga yang tak ternoda kenikmatan fana
Menghormati Sang Intim lebih dari segalanya

Sampai kapanpun tak kan pernah ku lepaskan
Kan kujaga sekuat ku menjaga keselamatan
Berharap kekekalan pun tak dapat memisahkan
Karena bagiku, Elfrita Shanty adalah Permata Pilihan

Surabaya, 9 Mei 2014

NB: Puisi bebas yang berjudul Permata Pilihan tersebut, saya dedikasikan secara khusus kepada Elfrita Shanty sebagai kado hari ulang tahun yang jatuh pada tanggal 9 Mei. Selamat ulang tahun, sayang. Kiranya makin penuh hikmat dan kasih karunia Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: