Sobeknya Selaput Darah Adalah Janji Pernikahan Yang Sebenarnya

Sejak lama saya memiliki keyakinan bahwa selaput darah pada organ reproduksi wanita diciptakan oleh Tuhan bukan karena suatu rencana yang kebetulan. Keyakinan yang saya miliki berangkat dari pengertian bahwa Tuhan tidak pernah iseng dalam menciptakan sesuatu, semua diciptakan karena memiliki maksud dan tujuan. Termasuk saat diciptakannya selaput darah, pasti ada maksud dan tujuan dari diciptakannya bagian tersebut, bagian yang akan mengalami pendarahan atau mengeluarkan darah saat wanita berhubungan seks pertama kalinya dengan pria (catatan saya terlepas dari bentuk selaput darah yang secara ilmiah ada yang tidak mengeluarkan darah, atau selaput darah yang telah sobek sebelumnya karena benturan yang keras, bukan karena berhubungan seks, semisal: saat belajar naik sepeda waktu kecil, dan lain sebagainya).

Lebih jauh lagi, keyakinan yang lebih besar saya miliki karena dipengaruhi oleh beberapa pesan yang ada dalam Alkitab. Beberapa pesan yang ada dalam Alkitab itu berbicara tentang darah, diantaranya: 1) Dalam darah ada nyawa (Kejadian 9:4, Ulangan 12:23, Imamat 17:11), bahkan menurut John Calvin lebih spesifik berkata dalam darah ada roh yang vital. Yang mengantarkan saya pada pemahaman karena darah yang tetap mengalir dalam tubuh seseorang, maka roh yang vital itu memberi kehidupan bagi seseorang (secara ilmiah bila darah beku atau darah tumpah keluar sampai habis dari tubuh, maka saat itulah nyawa atau roh yang vital akan melayang).

2) Darah bisa berteriak kepada Allah (Kejadian 4:10), dalam artian sekalipun tidak ada orang yang melihat Kain membunuh Habel, namun Allah bisa melihatnya melalui darah yang berteriak dari tanah (Allah melihat Kain menumpahkan darah Habel). 3) Darah digunakan sebagai alat perjanjian (Keluaran 12), dalam upacara darah yang memiliki tujuan simbolis (upacara darah inilah yang menghubungkan tulah kesepuluh dengan perayaan paskah kala itu) dilakukan pengolesan darah binatang (perjanjian lama) pada tiang pintu dan ambang batas dari rumah/tenda yang dapat melindungi seluruh anggota suku dari segala macam bahaya. 4) Darah digunakan sebagai alat perjanjian makin tegas dinyatakan oleh Pengantara perjanjian baru (Ibrani 12:24), makin tegas dinyatakan oleh Yesus Kristus yang darahnya berteriak lebih kuat saat di atas kayu salib dari pada darah Habel. Darah yang merupakan nyawa/roh vital itulah yang tercurah untuk menebus nyawa manusia.

Melalui beberapa pesan dalam Alkitab tersebut, maksud dan tujuan dari diciptakannya selaput darah pun saya dapatkan (catatan tersebut hanya penafsiran atau peng-alegori-an saya pribadi sebagai jemaat awam yang tidak pernah menempuh pendidikan teologi, tidak ada pemutlakan di sini). Terlebih setelah saya memasuki bahtera pernikahan (selengkapnya: http://goo.gl/bp7Yqo & http://goo.gl/ibXhEu), bagi saya pemberkatan pernikahan di gereja tak lebih hanya sebagai tahapan untuk mendapatkan legalitas dari pemerintah, karena surat keterangan pemberkatan pernikahan dari gereja dibutuhkan untuk mencatatkan perkawinan di Dispendukcapil sebagai syarat administrasi kependudukan yang terkait dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Karena prosedur yang ada mengharuskan demikian, maka kami mengikuti prosesnya.

Lalu di mana perjanjian pernikahan yang sebenarnya terjadi? Seperti yang telah saya tulis pada paragraf sebelumnya, bagi saya bukan di gereja, bukan pula di Dispendukcapil. Janji pernikahan yang sebenarnya terjadi ketika selaput darah wanita disobek oleh pria pada saat hubungan seks yang pertama kali dilakukan. Kok bisa? Ya bisa saja, Adam dan Hawa saja tidak ada acara pemberkatan pernikahan oleh manusia, karena pada saat itu hanya mereka berdua manusia yang ada di muka bumi. Perjanjian pernikahan mereka diberkati oleh Allah sendiri, yang ditandai bukan dengan saling bertukar cincin, membuka cadar, dan cara-cara lain yang hanya muncul kemudian (diciptakan oleh manusia), melainkan dengan disobeknya selaput darah yang diciptakan oleh Allah sendiri. Saat Adam dan Hawa berhubungan seks untuk pertama kalinya, saat itulah perjanjian pernikahan berlangsung, selaput darah yang sobek dan mencucurkan darah merupakan alat perjanjian pernikahan.

Begitu pula yang saya alami bersama dengan isteri saya lima hari yang lalu (3/1/2015), saya bisa melihat tujuan dari diciptakannya selaput darah. Lima hari yang lalu untuk pertama kalinya kami melakukan hubungan seks, saat terjadi penetrasi yang kedua kalinya dalam hubungan seks kami tersebut, kami melihat darah bercucuran keluar dari organ reproduksi (selaput darah yang sobek). Melalui darah itu kami merasakan ada “roh yang vital” yang telah mempersatukan kami, melalui darah itu kami mendengar “teriakan” yang keras kepada Allah tentang ikatan diantara kami berdua, melalui darah itu kami mengetahui bahwa “perjanjian pernikahan” yang sebenarnya telah dilaksanakan.

Keyakinan yang saya miliki sejak lama (masih remaja) inilah yang membuat diri saya berusaha sekeras mungkin untuk tidak mengikatkan diri pada wanita manapun, sebelum berjumpa dengan wanita yang tepat yang saat ini menjadi isteri saya. Karena dalam keyakinan saya, dalam hubungan seks akan ada “perjanjian” yang mengikatkan dua pribadi berlainan jenis dalam “roh yang vital” dan “meneriakan” perjanjian itu hingga ke Sorga. Tak terbayangkan bila saya harus berhubungan seks dengan banyak wanita, mungkin saja saya akan diikatkan dengan banyak wanita dalam “roh yang vital”, lengkap dengan bonus virus HIV.

Akhir kata, tanpa melebar pada pembahasan lainnya, yang hendak saya sampaikan di sini adalah memberikan sedikit pesan bagi pemuda-pemudi di manapun sedang berada. Bagi pemuda-pemuda, hargailah setiap wanita yang ada di hadapanmu, perlakukan dengan penuh hormat setiap wanita tersebut. Bagi pemudi-pemudi, jagalah tubuhmu terutama selaput darahmu, jangan biarkan pria lain menyentuh tubuhmu, berikan tubuhmu hanya untuk suamimu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: