Yesus Merestui Ki Hadjar Dewantara

Teladan akan pentingnya menempuh pendidikan dalam hidup ini telah diberikan oleh Yesus. Yesus menjadikan diri-Nya sendiri sebagai contoh akan pentingnya seseorang mengenyam pendidikan. Kalau dipikir-dipikir, repot amat sih Yesus ini, bukankah Yesus adalah Sang Hikmat, kenapa masih harus repot-repot “makan bangku sekolah” segala? Loh, kok Yesus sekolah? Iya benar, Yesus semasa hidup di dunia juga “makan bangku sekolah”, menempuh program pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga bangku kuliah.

Yesus saat itu lahir dalam tradisi Yahudi, tradisi yang memiliki budaya yang sangat ketat dengan hukum-hukum yang mengikat di dalamnya. Dalam tradisi Yahudi, seorang anak yang berusia 5 tahun harus sudah masuk sekolah dengan jenjang pendidikan yang disebut Mikra, lalu berlanjut saat anak berusia 10 tahun naik ke jenjang pendidikan yang disebut Mishna, berikutnya saat anak berusia 13 tahun naik ke jenjang pendidikan yang disebut Talmud. Tiga jenjang pendidikan ini wajib diikuti oleh semua anak hingga usia 19 tahun.

Sementara untuk Yesus sendiri setelah menyelesaikan program wajib belajar (mulai dari usia 5 tahun hingga 19 tahun), pada usia 20 tahun melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah yang pada saat itu disebut Madrash (memakan waktu selama 10 tahun), lalu pada saat berusia 30 tahun baru mengajar di depan umum (dari sini bisa kita perhatikan, Yesus memberikan diri dalam proses pendidikan yang memakan waktu bertahun-tahun, meski pelayanan/pekerjaan yang Yesus lakukan hanya 3,5 tahun, lalu setelah itu mati di atas kayu salib mengerjakan karya yang agung dan mulia bagi kita semua).

Mustahil Yesus bisa dipanggil Rabbi (Matius 26:49), apabila tidak menempuh program pendidikan wajib belajar yang ada pada saat itu, hingga menamatkan kuliah-Nya, karena hanya mereka-mereka yang menyelesaikan jenjang pendidikan hingga Madrash yang bisa dipanggil Rabbi. Mustahil pula Yesus bisa mengajar di dalam Bait Allah (Yohanes 8:2), apabila Yesus tidak pernah mengenyam jenjang pendidikan yang diperuntukan bagi para Imam, karena hanya para Imam yang memiliki hak untuk mengajar di dalam Bait Allah (referensi: http://goo.gl/KesYbF).

Yesus telah hadir dalam isu pendidikan (dengan menjadikan diri-Nya sendiri sebagai teladan), isu yang hari ini kita peringati sebagai hari lahirnya tokoh yang memperjuangkan kebijakan pendidikan pada masa penjajahan Belanda dengan menentang kebijakan pendidikan yang ada pada saat itu. Bila Yesus saja telah menegaskan akan pentingnya pendidikan, yang telah diperjuangkan juga oleh Ki Hadjar Dewantara, maka tidak ada alasan lagi bagi siapa pun untuk (dihalangi hak-nya, dan lain sebagainya) tidak mengenyam pendidikan dalam proses kehidupan, karena melalui pendidikan seseorang akan dapat mengembangkan diri untuk melangsungkan kehidupan dan mengabdikan pendidikannya dengan melayani sesama (keluarga, masyarakat, dll.). Selamat Hari Pendidikan Nasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: