Yang Penting Bukanlah Resolusi Tahun Baru, Melainkan Konsistensi Yang Digenggam Teguh

Dalam suatu kesempatan pada tanggal 19 Desember 2015 lalu, saya diharuskan mencoba salah satu alat ukur VO2Max (volume maksimal oksigen yang dapat diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan aktivitas) dengan menggunakan treadmill dari produk tertentu yang tergolong lebih canggih bila dibandingkan dengan treadmill yang dimiliki oleh pusat-pusat kebugaran yang ada di Kota Surabaya.

Percobaan alat ukur VO2Max tersebut sebenarnya boleh dilakukan hanya dalam waktu minimal sepuluh menit (menjamin terjadinya kerja jantung maksimal) untuk mengetahui hasilnya, namun saya memutuskan untuk melampaui batas waktu minimal dengan tujuan untuk mengetahui VO2Max yang saya miliki. Mengingat, saya pun dapat mengontrol batas kemampuan diri melalui denyut nadi yang terdeteksi oleh layar treadmill dengan bantuan koneksi polar yang telah dililitkan pada lingkar dada (sehingga bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan).

Setelah saya bermain-main dengan denyut nadi selama 28 menit, dan setelah beberapa detik mencoba untuk melampaui dua angka di atas denyut nadi maksimal, maka alat ukur VO2Max tersebut menunjukan angka 44,4. Dalam beberapa norma kriteria penilaian, angka yang dicapai tersebut masuk dalam kategori baik (bahkan sangat baik, tergantung norma mana yang digunakan), namun saya pribadi merasakan kebugaran tubuh saya telah banyak menurun dibandingkan dengan empat tahun yang lalu.

Indikasi kebugaran tubuh yang saya rasakan telah menurun ini, terbukti pada tanggal 22 s.d. 24 Desember 2015 lalu saat saya beraktivitas padat (yang melibatkan otak dan otot) dengan waktu tidur hanya tiga jam semalam, hasilnya pada tanggal 25 Desember 2015 lalu saat beribadah bersama isteri (ibadah natal untuk pertama kalinya, karena tahun-tahun sebelumnya selalu saja ada halangannya 😀 ), rasa kantuk menyerang dengan hebat meski sebelum ibadah saya telah tidur selama tujuh jam, dan hingga dua hari berikutnya rasa kantuk itu masih sering melanda meski saya sudah cukup tidur pada malam hari.

Dengan mengetahui kondisi kebugaran tubuh seperti ini, maka saya harus mulai kembali untuk melatih fisik secara rutin, agar saat tubuh saya diajak beraktivitas padat, setelahnya tubuh akan dapat melakukan pemulihan dari rasa lelah dengan begitu cepat, dan yang terpenting seluruh sistem tubuh dapat tetap berfungsi dengan sempurna. Karena sehat saja tidaklah cukup, seseorang juga perlu memiliki kebugaran tubuh (sehat belum tentu bugar, bugar sudah pasti sehat).

Akhir tahun seperti ini, merupakan momen yang tepat untuk merencanakan agenda-agenda kita yang akan dilakukan pada tahun depan sebagai manusia yang terdiri dari tiga aspek yaitu Tubuh, Jiwa dan Roh. Bagi saya pribadi, dalam merencanakan agenda-agenda yang dimiliki haruslah menggunakan titik berangkat melalui tiga aspek yang ada dalam diri kita tersebut. Karena dengan menggunakan titik berangkat tersebut, kita akan memiliki orientasi yang senantiasa bertujuan untuk memelihara Tubuh sebagai unsur lahiriah manusia (yang dapat disentuh, dilihat, dll), memelihara Jiwa sebagai unsur batiniah manusia (perasaan, kehendak dan pikiran), dan memelihara Roh sebagai prinsip kehidupan yang memungkinkan kita sebagai manusia bisa terus “terkoneksi” dengan Sang Pencipta.

Agenda-agenda apa yang kita miliki pada akhir tahun ini? Agenda-agenda yang kita miliki tak harus berupa resolusi tahun baru yang spektakuler (ingin melakukan ini itu, ingin mengerjakan begini begitu, dll.), namun pada kenyataannya semua resolusi itu hanyalah gemuruh dan petir yang mengerikan tanpa pernah ada hujan yang turun. Saya pribadi pada akhir tahun ini tak memiliki resolusi apa pun untuk tahun baru yang baru, saya hanya mencoba konsisten terhadap usaha pemeliharaan Tubuh, Jiwa dan Roh yang sebelumnya pernah saya lakukan.

Agenda-agenda yang akan saya lakukan adalah memelihara Tubuh dengan konsisten untuk rutin melatih fisik (berolahraga), memelihara Jiwa dengan konsisten untuk selalu meng-upgrade diri (belajar melalui segala wahana pembelajaran yang ada), dan memelihara Roh dengan konsisten membangun komunikasi dengan Sang Pemilik Kehidupan. Karena yang penting bukanlah resolusi tahun baru, melainkan konsistensi yang digenggam teguh untuk memelihara Tubuh, Jiwa dan Roh hingga kesudahan hidup kita sebagai manusia dalam melayani sesama selama ada dalam dunia yang fana. Selamat Tahun Baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: