Penolong Dalam Ketidaksempurnaan

Dalam sebuah kesempatan di Pulau Gili Labak lalu (https://goo.gl/tGGuqh), saya sempat membuat tulisan di atas pasir yang berisikan kata-kata ucapan selamat ulang tahun untuk isteri saya, Elfrita Santy. Tujuan dari rencana sederhana dan klasik ini (yang belum pernah saya lakukan sekalipun dan untuk siapapun) sebagai sebuah bentuk usaha untuk memberikan kejutan pada hari ulang tahunnya yang jatuh pada hari ini. Selain itu, sebagai sebuah bentuk usaha untuk menunjukan bahwa saya akan selalu mengingatnya di mana pun saya berada, meski tidak sedang berada di sisinya.

Kata-kata ucapan selamat ulang tahun yang saya goreskan di atas pasir yang ada di tepian pantai Pulau Gili Labak terdiri dari tiga bagian, bagian yang pertama berbunyi: Epi Bei Dei, lalu bagian yang kedua berbunyi: Elfrita S, dan bagian yang ketiga berbunyi: Gili Labak 090506. Selesai menggoreskan kata-kata tersebut di atas pasir, saya meminta tolong seorang rekan untuk mengabadikannya, dan seusai diabadikan seorang rekan yang lain datang menghampiri untuk membaca kata-kata yang telah saya goreskan, lalu mengoreksi saya bahwa terdapat kesalahan penulisan pada keterangan waktu—seharusnya setelah keterangan tempat diberikan keterangan waktu dengan angka: 090516 yang berarti menunjukan keterangan 9 Mei 2016, bukan menuliskan keterangan waktu dengan angka: 090506 yang berarti menunjukan keterangan 9 Mei 2006. Setelah mendengar koreksi dari seorang rekan tersebut, saya pun segera merevisi keterangan waktu dengan angka: 090516, dan setelahnya meminta tolong kembali untuk dibantu mengabadikannya.

Hasil jepretan foto untuk keterangan waktu yang salah tadi tak ada yang dihapus oleh rekan saya, saat saya membuka kembali semua dokumentasi selama di Pulau Gili Labak lalu, perhatian saya pun tertuju pada kesalahan menuliskan keterangan waktu tersebut, hingga pada akhirnya saya diantarkan pada sebuah perenungan bahwa tak ada yang sempurna dalam diri saya ini, karena hanya sekadar untuk menuliskan keterangan waktu yang sangat sederhana saja, saya dapat melakukan kesalahan penulisan—karena harus berkejar-kejaran dengan ombak laut yang akan meratakan kembali butiran-butiran pasir di tepian pantai. Namun, pada hari ini saya memutuskan untuk mem-posting foto dengan keterangan waktu yang salah, dengan tujuan untuk menjadikannya sebagai sebuah monumen peringatan tentang kejutan yang tak sempurna dari pribadi yang tak sempurna, hingga suatu saat nanti saya akan diingatkan kembali (apabila facebook masih tetap ada), seperti pada saat ini saya diingatkan kembali tentang kenangan yang terjadi pada hari ini satu tahun lalu:https://goo.gl/7r3Z8E, dan kenangan yang terjadi pada hari ini dua tahun lalu: https://goo.gl/UGqGef.

Akhir kata, selamat ulang tahun isteriku, Elfrita Santy. Terima kasih telah menjadi penolong dalam ketidaksempurnaan diri ini. Tak terbayangkan apa jadinya hidupku, bila ketidaksempurnaan yang disisakan oleh Sang Sempurna dalam diri ini tak pernah kau lengkapi. Aku akan selalu bersemangat untuk setiap jalan yang telah Sang Sempurna tentukan, karena aku percaya setiap tempat dan waktu akan menjadi lebih baik, sebab kau akan selalu berada di sisiku. Kiranya dengan bertambahnya usia, Sang Sempurna akan terus menguatkanmu untuk terus berproses dan berkarya bagi sesama untuk menjawab panggilan Sang Sempurna yang hadir dalam setiap ketidaksempurnaan kehidupan.

Surabaya, 9 Mei 2016

IMG_0353

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: