Lebaran Berakhir, Tabungan Terjungkir

Menjelang liburan lebaran lalu (2/07/2016), saya menaruh curiga dengan saldo bank dari rekening bank pembangunan daerah yang saya miliki. Kecurigaan tersebut berawal dari transaksi via ATM yang saya lakukan, dalam transaksi tersebut saya menjumpai terjadi perbedaan saldo bank dengan saldo pembukuan pribadi yang sederhana dan rutin kami (saya dan Elfrita Santy) kelola bersama–mencatat semua pemasukan dan pengeluaran setiap harinya. Perbedaan saldo yang terjadi hingga dua juta rupiah, dengan kata lain sejumlah uang dua juta rupiah raib dari rekening saya. Sementara semua transaksi yang pernah kami lakukan, kami pastikan telah tercatat dengan baik dalam pembukuan pribadi, jadi sangat kecil kemungkinannya terjadi kebocoran akibat dari kelalaian kami.

Raibnya sejumlah uang tersebut tentu tidak dapat kami ketahui dengan segera, karena saat itu sedang berlangsung libur nasional dan cuti bersama selama seminggu penuh, sehingga kantor bank tersebut tutup, dan pada saat yang bersamaan internet banking saya tak dapat digunakan. Namun, meski dua juta rupiah telah raib dari rekening, hal tersebut tidak mengganggu sukacita kami berdua, karena masih tersisa sedikit amunisi yang tetap bisa kami tembakan selama liburan lebaran berlangsung.

Semua agenda liburan lebaran yang murah meriah untuk rakyat jelata telah kami lalui bersama, tak terasa waktu seminggu telah berlalu, dan tiba saatnya untuk kami mengetahui ke mana raibnya sejumlah uang dari rekening saya. Tepat pada hari pertama (11/07/2016) saat semua aktivitas perbankan telah berjalan seperti sediakala, saya melakukan cetak atau print out buku tabungan pada kantor bank tersebut. Dari cetak buku tabungan ini, saya menemukan riwayat transaksi yang menunjukan terjadinya dua kali penarikan tunai via ATM pada tanggal 1 Juli 2016. Setelah saya menemukan riwayat transaksi yang janggal tersebut, saat itu juga saya menuju costumer service.

Dari meja costumer service, saya mendapat informasi yang lebih detail bahwa penarikan tunai telah terjadi pada mesin ATM yang berlokasi pada suatu tempat dan jam tertentu. Seketika itu pula saya memberikan penjelasan bahwa pada tanggal tersebut memang saya telah mencoba untuk melakukan penarikan tunai pada enam mesin ATM (maklum habis gajian 😀 ), dengan rincian tiga mesin ATM milik bank pemerintah daerah, dan tiga mesin ATM Bersama milik bank plat merah lainnya. Namun, dari keenam mesin tersebut tak ada satu pun yang lokasinya sesuai dengan data yang dimiliki oleh bank, dan tak ada satu pun transaksi yang berhasil saya lakukan–karena saat itu sistem dari bank tersebut sedang tidak berfungsi.

Singkat cerita, saya pun mengajukan pengaduan tertulis terkait raibnya sejumlah uang sebesar dua juta rupiah. Saat mengajukan pengaduan, saya sembari bertanya tentang tindak lanjut yang akan dilakukan oleh pihak bank dengan adanya surat pengaduan tersebut. Dengan penjelasan yang singkat dan jelas, costumer service menjawab bahwa pihak bank akan melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV yang ada pada mesin ATM. Setelah mengajukan pengaduan tersebut, saya memiliki kesempatan melakukan penarikan tunai via ATM pada tanggal 14 Juni 2016 yang lalu, dan belum ada perubahan apa pun yang dapat dijumpai. Namun, seusai malam mingguan tadi (16/07/2016), saya memiliki kesempatan untuk melakukan penarikan tunai via ATM, dan telah terjadi perubahan saldo dalam rekening saya. Rupanya setelah lima hari kerja berlalu, pengaduan yang saya ajukan ditindaklanjuti dengan dikembalikannya dana yang saya miliki.

Catatan yang perlu diperhatikan dari peristiwa tersebut, mungkin sangat penting bagi setiap kita untuk memiliki pembukuan pribadi, sehingga dapat mencegah terjadinya kebocoran dari keuangan yang kita miliki, baik kebocoran yang disebabkan oleh pihak lain, maupun kebocoran yang disebabkan oleh perilaku kita sendiri (boros, dll.). Catatan berikutnya, sangat mungkin bahwa dana yang saya miliki dikembalikan, karena dalam rekaman CCTV yang telah diperiksa tidak dijumpai penampakan pria gundul tanpa busana (gundul tanpa busana? tuyul dong?) 😀 yang melakukan penarikan tunai. Catatan lain yang tidak kalah penting, sepertinya tidak kebetulan kalau saldo kami sempat raib, karena hikmah yang kami rasakan saat ini meski lebaran telah berakhir, tidak menyebabkan tabungan kami terjungkir, sehingga kami tetap dapat melanjutkan hidup hingga gaji berikutnya mengalir. 😀

Liburan lebaran telah berakhir, melalui kesempatan ini tak lupa pula saya ucapkan: selamat memasuki tahun ajaran baru bagi pendidik dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia, mari bersama kita cerdaskan dan cerahkan akal budi anak-anak bangsa. Anak-anak bangsa yang cerdas akalnya karena tidak mendiskriminasi sesama anak bangsa, anak-anak bangsa yang cerah budinya karena dapat memahami budaya suku lainnya (read more: http://goo.gl/ZPcLh9). 😉

Kota Surabaya, 17 Juli 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: