Seharusnya Sepenuh Hati, Bukan Setengah Hati

Terjadi perubahan kembali pada komposisi kabinet, semoga dunia pendidikan tidak menjadi korban lagi seperti yang telah ada selama ini: pemerintahan berganti, kabinet (baca: menteri) berganti, kebijakan berganti. Namun, terlepas dari perubahan komposisi kabinet (reshuffle) yang kabarnya setengah hati, jauh lebih baik kita mengingat pesan Anies Baswedan, Ph.D. yang pada hari terakhirnya (27/07/2016) menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengajak semua pendidik supaya meneguhkan komitmen untuk menjadikan sekolah sebagai taman yang penuh tantangan dan menyenangkan bagi semua warga sekolah. Pada malam hari ini pun, saya akan meresponsnya dengan mulai menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang penuh tantangan dan menyenangkan yang diperuntukan bagi warga sekolah yang baru menamatkan jenjang pendidikan taman kanak-kanaknya. :D 

1

Mengajar warga sekolah yang baru menamatkan pendidikan taman kanak-kanak merupakan tantangan tersendiri, karena sebagai pendidik benar-benar ditantang untuk dapat mengemas pembelajaran yang penuh tantangan dan menyenangkan bagi mereka. Oleh sebab itu, pilihan yang tepat dalam mengajar peserta didik seperti demikian adalah jangan terburu-buru masuk ke persneling yang tinggi, melainkan gunakan persneling yang rendah terlebih dahulu, persneling yang biasa digunakan oleh peserta didik saat masih duduk pada bangku taman kanak-kanak, baru secara bertahap menaikan persneling sesuai kebutuhan untuk menaikan kecepatan. 😉

2

Bukan usaha yang mudah untuk bisa menuntun mereka meraih masa depan dan menjawab tantangan zaman, sebagai pendidik harus terus belajar mengembangkan diri tanpa pernah letih dan berhenti. Terutama bagi saya yang dalam riwayat mengajar selama tujuh tahun terakhir pada jenjang pendidikan dasar, baru tiga kali mendapatkan kesempatan mengajar peserta didik yang baru meninggalkan bangku taman kanak-kanak–sebelumnya hanya kelas besar, namun mulai tahun lalu mendapat tugas tambahan untuk mengajar kelas kecil dan kelas inklusi. Kesempatan yang pertama pada tujuh tahun yang lalu: foto bersama peserta didik yang mengenakan kaos putih kombinasi biru, kesempatan yang kedua pada tahun yang lalu: foto bersama peserta didik yang mengenakan kaos hijau muda kombinasi hijau tua, dan kesempatan yang ketiga pada tahun ini: foto bersama peserta didik yang masih mengenakan kaos taman kanak-kanaknya. 😀

3

Tentu tak mudah awalnya saat harus berhadapan dengan mereka, namun Sang Cinta dan rasa cinta yang penuh hingga seolah ingin melonjak keluar dari dalam hati telah memberikan keyakinan dan kemampuan diri. Mungkin yang senada dengan kalimat itu, saya kutipkan bagian lain dari pesan Anies Baswedan, Ph.D.–yang selama 20 bulan terakhir telah menunjukan kualitasnya sebagai akademisi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan–bagi pendidik di seluruh Indonesia (https://goo.gl/5PiKIq): “Teruslah songsong anak-anak itu dengan hati dan sepenuh hati, izinkan mereka menyambut dengan hati pula. Jadikan pagi, belajar yang cerah. Sesungguhnya bukan matahari yang menjadikan cerah, tapi mata hati tiap anak, tiap guru yang menjadikannya cerah.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: