Dirgahayu Republik Indonesia: Belajar Nyata, Mengajar Nyata

71 TAHUN INDONESIATema nasional yang telah dirilis oleh pemerintah untuk peringatan Hari Ulang Tahun Ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui Surat Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (http://goo.gl/3zVRxl) adalah Indonesia Kerja Nyata. Tema tersebut tentu menyapa semua lapisan masyarakat di seluruh Indonesia, apa pun profesinya, mulai dari Penjual Permen hingga Presiden. Terlebih bagi lapisan masyarakat yang terkait dengan dunia pendidikan, baik sebagai pelajar maupun pengajar, tema tersebut pasti menyapa sekaligus mendorong untuk mewujudkan Kerja Nyata dalam upaya memperkokoh salah satu pilar utama jati diri bangsa, dan salah satu pilar penting kehidupan bernegara.

Kerja Nyata bagi seorang pelajar dapat dimaknai dengan menunjukan aktivitas yang dapat dilihat secara nyata, aktivitas tersebut tidak harus berupa sesuatu yang muluk-muluk, cukup dengan cara yang sederhana, namun dapat memberikan dampak yang luar biasa. Cara sederhana itu dapat dimulai dengan kebiasaan membaca buku, melakukannya secara rutin, minimal satu jam dalam sehari, dan dilakukan terus menerus hingga dapat membentuk gaya hidup sebagai masyarakat baca.

Mungkin timbul pertanyaan: “Bagaimana bila membacanya menggunakan sumber bacaan yang ada pada media internet?” Pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan pertanyaan: “Apakah dengan mencari sumber bacaan melalui internet, seseorang dapat bertanggung jawab sepenuhnya pada diri sendiri?” Selama dapat mengendalikan diri dan perhatian tidak mudah teralihkan, maka seseorang–pelajar yang masih berusia di bawah 17 tahun–diperkenankan untuk menggunakan media internet. Namun, godaan untuk beralih kepada konten-konten yang seharusnya tidak dikunjungi yang selama ini lebih besar dan lebih sering terjadi, daripada konsentrasi sepenuhnya pada sumber bacaan yang telah dipilih.

Bagi seorang pelajar yang memiliki kebiasaan membaca buku, akan dapat mempengaruhi dan membentuk hidup mereka dalam banyak aspek, seperti cultural, ilmiah, sosial, ekonomis, demokratis, dan kreativitas individu (Strategi Kultural Menumbuhkan Budaya Baca: http://goo.gl/gJ7Yui). Dapat dibayangkan pada masa yang akan datang, saat tongkat estafet beralih kepada generasi yang saat ini masih berusia pelajar, maka akan dijumpai generasi-generasi tangguh yang akan menjadi pilar yang kokoh bagi bangsa ini, karena telah menunjukan aktivitas yang dapat dilihat secara nyata melalui kebiasaan membaca.

Sementara Kerja Nyata bagi seorang pengajar, dapat dimaknai juga melalui aktivitas yang dapat dilihat secara nyata, yaitu tiada henti membaca banyak informasi yang bisa didapatkan melalui berbagai media. Seorang pengajar dalam keprofesiannya pasti selalu bersentuhan dengan pribadi-pribadi yang dinamis dan terus berkembang, oleh sebab itu sangat tidak santun apabila seorang pengajar menjadi pribadi yang statis dan tidak berkembang, karena tidak pernah berusaha untuk menunjukan aktivitas yang dapat dilihat secara nyata dalam mengupgrade/memperlengkapi diri.

Dalam proses pembelajaran, tak jarang seorang pengajar akan menemui kendala. Dengan bermodalkan wawasan yang luas dan pengetahuan yang dalam yang didapatkan dari usaha membaca, maka kendala-kendala yang ditimbulkan dalam proses pembelajaran akan dengan mudah dapat diatasi oleh seorang pengajar, sehingga kualitas pembelajaran dapat diperbaiki dan ditingkatkan sejak dini. Namun, akan berbeda ceritanya apabila seorang pengajar wawasannya sempit dan pengetahuannya dangkal karena tidak pernah membaca, sangat mungkin tidak pernah terjadi perbaikan terhadap kendala-kendala yang dijumpai dalam praktik pembelajaran, sehingga relevansi dan efisiensi pengelolaan pendidikan jadi terhambat, dan pada akhirnya mutu pendidikan pun tak dapat meningkat.

Mewujudkan Kerja Nyata ternyata tak perlu muluk-muluk tanpa ada artinya, sebagai seorang pelajar mewujudkan Kerja Nyata dapat melalui usaha membangun kebiasaan membaca sebagai bentuk Belajar Nyata demi masa depan bangsa. Sementara sebagai seorang pengajar mewujudkan Kerja Nyata dapat melalui usaha terus belajar tanpa kenal lelah, karena dengan demikian seorang pengajar akan dapat Mengajar Nyata demi mencerdaskan bangsa. Dirgahayu Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: